TINGGALKAN JEJAK KUNJUNGAN SOBAT DENGAN KOMENTAR SAHABAT. TERIMA KASIH....

Rabu, 29 April 2009

G R A V I T A S I
Andi Nuryandi

Saya tarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Sejenak saya berhenti menulis. Sebetulnya bukan begitu. Saya memanglah belum menulis apa-apa. Semenjak saya duduk di bawah pohon apel ini lima menit yang lalu, kenyataannya saya belum menulis apapun. Saya memang sedang bingung hendak menulis apa.
Beginilah malam-malam saya sekarang. Serba bingung. Dan karena kebingungan itulah saya kini tidak lagi bisa menjumpai inspirasi yang biasanya datang dengan cepat. Entah takdir atau bukan, entah disengaja atau tidak, seolah-olah saya dijauhi oleh berbagai hal. Setiap pekerjaan yang saya sentuh selalu berakhir dengan kegagalan. Dan Tuhan sepertinya memandang sebelah mata. Dia tak lagi menghampiri saya bersama keindahan-keindahan yang pernah saya alami sebelumnya. Bahkan bulan di atas sana pun seakan enggan menyapa dengan pantulan cahayanya yang biasa saya rasakan di waktu lain. Saat ini, ia hanya tersipu malu-malu di balik ketiak awan hitam.



Tiba-tiba saya dikejutkan oleh sesuatu yang jatuh menimpa kepala. Untung saja hanya sebuah apel. Andai saja bulan besar itu yang membentur kepala, tentu tubuh saya tidak akan berbentuk lagi.
Hey, tunggu!
Kalian merasakan sesuatu?
Adakah sesuatu yang aneh dari peristiwa yang baru saja saya alami?
Bayangkan sebuah benda kita tempatkan di suatu ketinggian. Ketika benda itu kita lepaskan, maka dia akan jatuh ke permukaan bumi. Tetapi mengapa bulan tidak? Jika kita jatuhkan apel dengan daun, maka yang lebih cepat sampai di tanah adalah apel karena apel lebih berat dari daun. Tetapi mengapa bulan tidak? Padahal bulan lebih berat dari apel maupun daun.
Kalian telah menemukan sesuatu? Apa yang kalian tahu? Adakah sesuatu yang aneh di situ? Kalian sudah tahu jawabannya?
Saya sendiri sudah memiliki jawabannya. Jika kita mengikat sebuah batu kecil dengan tali, kemudian ujung tali yang lain kita putar-putar di atas kepala kita, batu tidak akan jatuh karena ia berputar dengan kecepatan yang tetap. Dan jika tali tiba-tiba putus karena tenaga yang kita berikan terlalu besar, maka batu kecil tadi tentu akan terlempar jauh entah ke mana.
Hal seperti itulah yang menyebabkan bulan tidak jatuh ke bumi. Bulan bergerak hampir teratur mengelilingi planet kita sehingga ia tidak pernah jatuh ke bumi atau terlontar ke angkasa luar. Maha Besar Allah yang telah menjaga bulan supaya tetap pada posisi putarannya. Terimakasih Tuhan, Kau telah memberikan pelajaran yang sangat berharga pada saya malam ini. Ternyata Kau tidak mencampakkan saya. Saya tak lagi menyangsikan kebesaran karya-Mu. Akan saya kabari dunia dengan penemuan besar saya ini.
Selamat malam semuanya!



*) Cerita ini diilhami oleh peristiwa yang dialami Sir Isaac Newton tatkala menemukan hukum gravitasi antar planet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar