TINGGALKAN JEJAK KUNJUNGAN SOBAT DENGAN KOMENTAR SAHABAT. TERIMA KASIH....

Rabu, 25 Maret 2009

Radar

Pernahkah kalian berfikir bagaimana caranya orang bisa mengetahui kedalaman suatu laut mencapai 3000 km? berapa tabung oksigen yang harus disediakan agar bisa kembali ke permukaan dengan selamat dan menghirup udara segar?
Pernahkah kalian berfikir seorang militer bisa mendeteksi keberadaan pesawat musuh beberapa kilometer dihadapannya?
Dan satu pertanyaan lagi deh……
Kenapa seorang polisi lalu lintas mampu mendeteksi kecepatan kendaraan bermotor dan akhirnya bisa memberikan kartu kuning, eh.. kayak mo ngelamar kerja aja! Kartu tilang karena melebihi kecepatan minimal. Did U Know?(untuk yang ini tunggu analisisnya)

Lalu apa ya……..h? yap itulah manfaat dari gelombang radar. Jadi ga perlu meteran yang panjang buangeeeeeeeeeeget kan!
Radar (Radio Detection And Ranging, yang berarti deteksi dan pen-jarak-an radio) adalah sistem yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat peta benda-benda seperti pesawat dan hujan. Istilah radar pertama kali digunakan pada tahun 1941, menggantikan istilah dari singkatan Inggris RDF (Radio Directon Finding).
Gelombang radio kuat dikirim dengan kecepatan (v) tertentu dan sebuah penerima mendengar gema yang kembali. Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan, pemantul gema dapat ditentukan lokasinya (jaraknya – s -) dan kadang-kadang ditentukan jenisnya. Walaupun sinyal yang diterima kecil, tapi radio sinyal dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat.

Gelombang radio radar dapat diproduksi dengan kekuatan yang diinginkan, dan mendeteksi gelombang yang lemah, dan kemudian diamplifikasi( diperkuat ) beberapa kali. Oleh karena itu radar digunakan untuk mendeteksi objek jarak jauh yang tidak dapat dideteksi oleh suara atau cahaya.
Adapun Penggunaan radar sangat luas, alat ini bisa digunakan mengukur kedalaman laut, pengaturan lalu lintas udara, deteksi kecepatan oleh polisi, di bidang meteorologi dan terutama oleh militer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar