TINGGALKAN JEJAK KUNJUNGAN SOBAT DENGAN KOMENTAR SAHABAT. TERIMA KASIH....

Jumat, 24 April 2009

Robert Boyle (1627 – 1691)


Robert Boyle, ilmuwan kelahiran Irlandia, bersekolah di Eton College pada masa kanak-kanaknya. kemudian dia melanjutkan pendidikannya berkeliling Eropa untuk belajar privat dengan tutornya. Saat Galileo wafat di Florence, Italia, Boyle sedang tinggal di kota tersebut.
Bisa dikatakan peristiwa itulah peristiwa itulah yang mempengaruhi awal mula ketertarikan Boylr untuk mendalami sains. Boyle banyak mempelajari karya Galileo dan mendukung berbaga filosofinya. tahun 1654, Boyle bergabung dengan beberapa ilmuwan dari Universitas Oxpord. Dia banyak melakukan konstribusi penting dalam penelitian di bidang fisika dan kimia. pada tahun 1660, Boyle mempubilaksikan hasil penelitiannya selama tiga tahun tentang ketergantungan perambatan bunyi akan adanya medium gas, cair, dan padat. boyle melakukan penelitian dengan cara menggantung lonceng menggunakan tali dalam vakum, yang walaupun pemukul masih mengenai lonceng, ternyata suara tidak terdengar lagi. hal tersebut membuktikan bahwa bunyi memerlukan medium untuk merambat.

DanielGabriel Fahrenheit (1686-1736)


Fahrenheit adalah seorang fisikawan Jerman yang menciptakan banyak instrument sains. beberapa hasil karyanya yang terkenal antara lain, thermometer alcohol yang diciptakan pada tahun 1709 dan termomoter merkuri yang diciptakan pada tahun 1714. selain itu, Fahrenheit juga menciptakan skala temperetur Fahrenheit yang saat ini masih di digunakan di Amerika SErikat dan beberapa Negara lain. Pada awalnya, Fahrenheit mengambil angka 0 pada skala yang diciptkanannya, mewakili temperature campuran air dan garam,30 mewakili titik beku air, dan 90 mewakili rata-rata suhu badan manusia. kemudian Fahrenheit melakukam penyesuaian sehingga skala Fahrenheit memliki titik beku pada 32 derajat dan titik didih pada 212 derajat.

Joseph Black (1725 – 1794)

Joseph merupakan ilmuwan skotlandia yang menyatakan bahwa banyaknya kalor yang diterima oleh air dingin sama dengan kalor yang dilepaskan. Dengan demikian sebagaimana kita ketahui kalor merupakan bentuk energi yang tidak dapat hilang, tetapi pindah dari zat lain atau memenuhi prinsip kekekalan energi.

Alhazen (965 – 1040)

Alhazen lahir di irak dengan nama asli Abu Ali Hasan Ibn al-Haitham. Fisikawan ini lebih dikenal di dunia barat dengan nama latin, Alhazen. Alhazen telah menghasilkan ratusan karya ilmiah, diantaranya yang terkenal adalah kitab Al Manadhin. Penerjemahan buku dalam bidang optik telah memberikan pengaruh yang besar bagi dunia sains. Di negara barat diantaranya karya Roger Bacon dan Johannes Kepler. Alhazen merumuskan teori-teori mengenai pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi) cahaya, serta jalannya cahaya melalui lensa. Ia melukiskan jalannya cahaya saat memasuki mata dilengkapi deskripsi fungsi bagian-bagian mata.

Willbrord Snell (1580 – 1626)

Snell adalah matematikawan Belanda pada abad 17 yang terkenal setelah mengeluarkan hukum pembiasan cahaya. Ayahnya adalah seorang profesor matematika di Universitas Leiden. Tahun 1613, Snell mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi Profesor matematika di Universitas yang sama. Snell mempublikasikan banyak karya ilmiah diantaranya adalah tentang tori Navigasi dan metodologi pengukuran bumi dengan triangulasi. Dia mengupas secara terbuka , teori optik dari tulisan-tulisan Alhazen. Hukum Snell tentang pembiasan cahaya adalah konstribusi terbesarnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan, meski karyanya tersebut baru dipublikasikan 70 tahun setelah dia wafat.